Sudah shalat tapi masih melakukan perbuatan keji dan munkar

Share:



Perbuatan keji ialah : suatu perbuatan manusia yang melanggar susila. Menurut bahasa artinya perbuatan yang menimbulkan aib. Sedangkan perbuatan munkar adalah : Seseorang yang mengingkari syariat karena bertentangan dengan fitrah dan maslahah. Munkar secara bahasa berarti tidak terkenali atau asing, karena tidak diakui buruk. Al-Quran menekankan kepada Nabi dan kaum muslimin agar terus menerus untuk menyuruh kepada perbuatan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar.

"sungguh, shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar."



 "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan fahsya’ dan mungkar.Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. 29:45)

Ibnul Jauzi menyebutkan beberapa pendapat ulama tentang makna keji ( Fahisyah/Fahsya ) di surat Al-Baqarah ayat 169.

  1. Semua perbuatan maksiat yang memiliki hukuman khusus di dunia, seperti mencuri, dihukum potong tangan, zina dihukum cambuk, dst.
  2. Semua perbuatan yang tidak di anggap baik oleh syariat maupun sunah.
  3. Sikap bakhil untuk berbuat baik.
  4. Perbuatan jinah.
  5. Perbuatan maksiat

 Beberapa contoh perbuatan Munkar (kutipan kartika's blog)
  1.  Perbuatan syirik kepada Allah. Semisal berdoa kepada matahari, bulan, dan bintang, atau malaikat, nabi, orang saleh, jin, patung-patung mereka, kuburan-kuburan mereka, dan lain sebagainya yang dipanjatkan kepadanya sebuah doa (selain Allah).
  2.  Segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah, seperti membunuh jiwa tanpa haq, memakan harta orang lain dengan cara yang batil, baik dengan cara merampasnya, transaksi riba, maupun perjudian.
  3. Semua jenis jual beli dan muamalah yang dilarang oleh Rasulullah.
  4. Memutuskan tali silaturahmi, durhaka kepada kedua orang tua, curang dalam sukatan (takaran) dan timbangan.
  5. Semua jenis ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya dll.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mengatakan:

 “Ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata, “Ada seseorang yang biasa shalat di malam hari namun di pagi hari ia mencuri. Bagaimana seperti itu?” Beliau lantas berkata, “Shalat tersebut akan mencegah apa yang ia katakan.” (HR. Ahmad 2: 447, sanadnya shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Ibnu Mas’ud pernah ditanya mengenai seseorang yang biasa memperlama shalatnya. Maka kata beliau :


“Shalat tidaklah bermanfaat kecuali jika shalat tersebut membuat seseorang menjadi taat.” (HR. Ahmad dalam Az Zuhd, hal. 159 dengan sanad shahih dan Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf 13: 298 dengan sanad hasan dari jalur Syaqiq dari Ibnu Mas’ud).

Al Hasan berkata : 

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat, lantas shalat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah.” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari dengan sanad yang shahih dari jalur Sa’id bin Abi ‘Urubah dari Qotadah dari Al Hasan)
Abul Aliyah pernah berkata : 
“Dalam shalat ada tiga hal di mana jika tiga hal ini tidak ada maka tidak disebut shalat. Tiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas itulah yang memerintahkan pada yang ma’ruf (kebaikan). Rasa takut itulah yang mencegah dari kemungkaran. Sedangkan dzikir melalui Al Qur’an yang memerintah dan melarang sesuatu.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 65).
"sungguh shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar" ( Firman Allah AWT ) Allah tidak pernah salah, apa yang sudah di firmankan adalah sebuah kebenaran yang hakiki untuk di jadikan pedoman dalam bekehidupan. Namun apakah manusia sudah melaksanakan dengan benar? ataukah hanya berbuat dengan mengikuti keinginannya sendiri? yang pada akhirnya shalatnya tidak membawa mamfaat yang sesungguhnya. Tidak menjadikan dirinya benci akan perbuatan yang di larang syariat. Tidak menjadikan dirinya lebih mencintai apa yang di perintahkan agama Islam. Rajin shalat tetapi masih menggemari perbuatan-perbuatan maksiat. Jika hal tersebut terjadi pada diri kita, maka perbaikilah shalat kita. Untuk membantu belajar shalat khusyu' bisa di baca artikel  : Mencari keihklasan dalam melaksanakan shalat. 
Anda juga bisa membaca artikel : Rajin Shalat, Tapi Maksiat Jalan Terus, KENAPA? Padahal Shalat Bisa Mencegah Dari Perbuatan Keji Dan Mungkar

No comments

Terima kasih atas kunjungannya semoga artikel yang saya sajikan bermamfaat